"Our Future in Our Hand"
Saat aku terlahir kedunia, aku menangis dan orang di sekelilingku tertawa. Ayahku pun tersenyum, bahagia karna melihat calon penerus baru dikeluarga yang kelak suatu saat akan menggantikannya. Sedangkan aku menangis karna kehidupan yang sesungguhnya baru saja dimulai dengan semua beban dan tanggungjawab yang berada diatas pundakku.
Detik menjadi jam, jam menjadi bulan, bulan berubah menjadi tahun. Aku mulai tumbuh dan memiliki banyak teman. Sejak duduk di taman kanak-kanak, guruku sering bertanya tentang CITA-CITA. Namun, berbeda dengan yang lain. saat anak-anak lain seusiaku berkeinginan menjadi Presiden karna fotonya selalu terpajang rapih di depan kelas, atau bercita-cita menjadi seorang Polisi karna seragamnya yang selalu kami pakai setiap hari rabu, atau menjadi Pilot karna setiap kali burung besi itu melintas, kami selalu meneriakkan “Pesawat, kami minta uang!!” lalu terbang begitu saja bagaikan burung. Aku dengan keyakinan diatas 1000% mengatakan I Want to be A Doctor.
Aku anak yang paling tampan dikeluarga, dengan adik dan kakak perempuanku yang sangat cantik dan sangat disayang Allah dengan keterbatasan yang dimilikinya. Itulah alasan impianku menjadi seorang Dokter. karna aku ingin menyembuhkan kakak ku (yang penyandang disabilitas) dan melihatnya tumbuh layaknya kami orang kebanyakan.
Aku membiarkan impian itu selalu mengambang 5cm di depan kepalaku. Dan seiring berjalannya waktu, aku mulai memasuki jenjang yang lebih tinggi dan mulai bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas lagi dari sebelumnya. Itu membuatku lebih ingin mengetahui banyak hal baru yang sebelumnya belum kuketahui.
Aku senang sekali jalan-jalan, dan saat memasuki liburan waktu SMA, aku mulai tertarik dengan bangunan & gedung-gedung mewah dimana disitu selalu menjadi tempat berfoto semua orang. Keceriaan dan kebahagiaan seolah terlahir dari sebuah bangunan padahal ia hanya menjadi sebuah objek , latar maupun sebatas tempat tinggal.
Namun, pesatnya pembangunan di dindonesia selaras dengan semakin banyaknya tikus-tikus berdasi di negeri ini. Dengan bangga mereka menjual hasil bumi kita kepada Asing hanya untuk kepentingan pribadi. Terbukti, Indonesia berpredikat sebagai negara ke-68 paling korupsi di dunia (2015). Dan memiliki banyak hutang kepada negara tetangga. Padahal batu kita emas, hujan kita berlian, tanah kita madu dan laut kita susu.
Kekayaan itu berbanding terbalik dengan apa yang saya lihat di daerah pedalaman, perkampungan atau bahkan di pinggir perkotaan. Indonesia yang lahir dari setetes embun yang jatuh dari Surga ini mengandung jutaan orang yang tak memiliki rumah tinggal ataupun sebatas lingkungan yang nyaman. Berdinding kardus beralas plastik dan beratapkan mobil berjalan. Masih banyak sekali yang hanya untuk tidur saja jauh dari kata nyenyak. Terlebih lagi di pedesaan, jangankan mengaskses jaringan 4G, untuk bisa meraih sekantong ilmu saja mereka harus berjalan puluhan kilo dan menyebrang ratusan mil untuk sampai ke sekolah panggung. Tidak ada jembatan layang ataupun jalan tol yang bisa diaskes oleh Lamborghini.
Maka mulai saat itu hati kecilku merubah impianku menjadi seorang ARSITEK. Dan berharap memiliki banyak uang untuk dapat menyembuhkan kakak perempuanku dan membangun negeri ibu pertiwi. Karna bagiku Arsitek bukan hanya sebatas membuat gedung pencakar langit berdinding kaca dipusat kota tapi lebih dari itu aku ingin membangun infrastruktur untuk masyarakat secara merata dan menciptakan lingkungan yang nyaman untuk Indonesia. Karna saya percaya lingkungan akan membentuk kepribadian. Dan dengan pribadi yang baik akan menciptakan masyarakat yang berkarakter dan berbudi luhur.
Kalaupun pada akhirnya saya berkeinginan menjadi seorang Presiden dan itu tercapai, akan saya anggap hanya sebagai bonus dengan background seorang Architect untuk mengabdi dan memperindah Indoneisa. (: hehehe (namanya juga mimpi boss, sah sah aja ya kn :v)
The last but not least, Aku hanya dapat memilih yang terbaik sebanyak yang ku bisa. Mungkin terkadang ada keinginan untuk berhenti, tetapi selalu ada alasan untuk kembali ketika pensil ditangan lagi, ada ide yang harus digali dan orang banyak yang akan menikmati
..Sampai berjumpa di thread berikutnya...










mantap pos nya g(Y)
BalasHapus